Wednesday

tds meter bongkar dan kalibrasi

tds meter TDS-3

tds meter... pernah mendengar, mengetahui, meraba, melihat, menerawang?
yang tidak mengetahui apa itu tds meter... jurus sakti "ngangsu kaweruh" ke mbah google.
mbah google akan menjawab dengan gamblang baik fungsi, aplikasi, sampai harga jualnya


di sini tidak membahas cara merawat, menyimpan, atau menjual tds meter. tapi akan membahas isi tds meter, dan iseng2 mencari tahu cara kerjanya.

tds meter yang akan di bahas adalah TDS-3, karena murah 19rb  (diluar onkgir) sudah bisa membeli TDS-3 (TDS-3 adalah merek), bila rusak saat di bongkar tidak membuat penyesalan yang terlalu mendalam.
dan pengaplikasianya untuk pada media air (depo air isi ulang, hidroponik krn nilai max nya 9990 ppm)

komponen tds meter
komponen tds meter TDS-3

board TDS-3 hanya berisi 2 komponen aktif, selebihnya komponen pasif yang jumlahnya juga sedikit
komponen utamanya "sepertinya" mikrokontroller, (yang tidak di ketahui jenis, seri, perusahaan pembuatnya krn hanya polos tanpa marking apapun) dan eeprom penyimpan data
terdapat komponen yang tidak kalah pentingnya, yaitu sensor temperatur (tidak cek berupa NTC atau PTC)

sensor temperatur bersungsi sebagai acuan untuk kalibrasi angka yang di tampilkan tds meter berdasar temperatur air saat itu (boleh di katakan kompenasi suhu)

sensor temperatur apakah penting?
ya.... karena pengukuran tds dengan metode conductivity terpengaruh dengan temperatur, semakin tinggi temperatur larutan, nilai tds akan semakin tinggi
sebaliknya semakin rendah temperatur larutan, nilai tds akan semakin rendah walaupun jumlah partikel terlarut pada air jumlahnya tetap pada temperatur berapapun (anggap tidak menguap)

nah di sinilah fungsi sensor temperatur. setiap kenaikan 1 degC nilai tds akan naik 2%-4%, jadi angka yang di tampilkan akan di kurangi sebesar 2%-4% setiap kenaikan suhu 1 degC.

dari hasil coba2 menaikan temperatur di area sensor, nilai tampilan tds akan berubah secara konstan
pada TDS-3 di dapat faktor koreksi suhu menggunakan nilai 3% setiap degC

titik refferensi adalah temperatur 25 degC, tampilan nilai tds diatas temperatur 25 degC merupakan pengurangan, sedangkan tampilan nilai tds dibawah temperatur 25 degC merupakan penambahan


---
contoh : 
nilai tds air standar di ukur pada temperatur 25 degC = 100ppm, saat temp air 30 degC,
nilai pengukuran dengan tds meter tanpa sensor temperatur :

** perhitungan hanya berlaku pada TDS-3
*** perhitungan tidak menggunakan refferensi dari manapun, murni hasil percobaan, kesalahan hasil bukan tanggung jawab penulis
**** masukan rumus dalam excel akan mempermudah perhitungan

tampilan tds meter = (( 1 + ( 0.03 * ( temp air sekarang - 25 ))) * tds air )

tampilan tds meter = (( 1 + ( 0.03 * ( 30- 25 ))) * 100 )
tampilan tds meter = 115 ppm

air yang seharusnya bernilai 100ppm, akan terbaca 115 ppm
dengan sensor temperatur, pembacaan tds meter akan di kurangi 15%, dan di tampilkan 100ppm

contoh : 
nilai tds air standar di ukur pada temperatur 25 degC = 100ppm, saat temp air 22 degC,
nilai pengukuran dengan tds meter tanpa sensor temperatur :

** perhitungan hanya berlaku pada TDS-3
*** perhitungan tidak menggunakan refferensi dari manapun, murni hasil percobaan, kesalahan hasil bukan tanggung jawab penulis
**** masukan rumus dalam excel akan mempermudah perhitungan

tampilan tds meter = (( 1 + ( 0.03 * ( temp air sekarang - 25 ))) * tds air )

tampilan tds meter = (( 1 + ( 0.03 * ( 22- 25 ))) * 100 )
tampilan tds meter = 91 ppm

air yang seharusnya bernilai 100ppm, akan terbaca 91 ppm
dengan sensor temperatur, pembacaan tds meter akan di tambah 9%, dan di tampilkan 100ppm


---
TDS-3 memiliki sensor yang berada di dalam casing dan tidak di celup dalam air berdampingan dengan elektrode/probe, tapi di atas probe. temperatur di baca melalui probe, di transferkan ke lembar pcb. ini menyebabkan ketidak akuratan pengukuran.
ketidak akuratan ini di sebabkan sensor lebih banyak membaca temperatur udara luar di banding temperatur air, sedangkan elektrode/probe mengukur tds dalam air.

contoh kasus #1 :




TDS-3 di simpan dalam bangunan di kebun hidroponik, dan akan di pergunakan untuk meracik nutrisi 1200ppm di dalam kebun dengan temperatur 33 degC,temperatur air dari sumur 24 degC

saat meracik, tampilan sensor temperatur TDS-3 terbaca 33 degC (tekan tombol "temp") dan tds 1200ppm.
nutrisi 1200ppm yang di tampilkan tidak akurat karena sudah dikurangi faktor koreksi

** perhitungan hanya berlaku pada TDS-3
*** perhitungan tidak menggunakan refferensi dari manapun, murni hasil percobaan, kesalahan hasil bukan tanggung jawab penulis
**** masukan rumus dalam excel akan mempermudah perhitungan

tds real = ((( 1 + ( 0.03 * ( temp tds meter - 25 ))) * angka tds meter ) / ( 1 + ( 0.03 * ( temp air - 25 ))))

tds real = ((( 1 + ( 0.03 * ( 33 - 25 ))) * 1200 ) / ( 1 + ( 0.03 * ( 24 - 25 ))))
tds real = 1534.020619 ppm (1534 ppm)

nutrisi yang sebenarnya di racik adalah 1534 ppm, akan bermasalah bila nutrisi di aplikasikan pada bawang putih, peterseli (nutrisi berlebih)

contoh kasus #2 :




sebaliknya saat TDS-3 di simpan dalam ruang ber AC misal 21degC, dan akan di pergunakan untuk meracik nutrisi 1200ppm dengan temperatur air dari sumur 24 degC

saat meracik, sensor temperatur TDS-3 terbaca 21 degC (tekan tombol "temp") dan tds 1200ppm.
nutrisi 1200ppm yang di tampilkan tidak akurat karena sudah ditambah faktor koreksi

** perhitungan hanya berlaku pada TDS-3
*** perhitungan tidak menggunakan refferensi dari manapun, murni hasil percobaan, kesalahan hasil bukan tanggung jawab penulis
**** masukan rumus dalam excel akan mempermudah perhitungan

tds real = ((( 1 + ( 0.03 * ( temp tds meter - 25 ))) * angka tds meter ) / ( 1 + ( 0.03 * ( temp air - 25 ))))

tds real = ((( 1 + ( 0.03 * ( 21 - 25 ))) * 1200 ) / ( 1 + ( 0.03 * ( 24 - 25 ))))
tds real = 1088.659794 ppm (1088.7 ppm)

nutrisi yang sebenarnya di racik adalah 1088.7 ppm, akan bermasalah bila nutrisi di aplikasikan pada hidroponik cabai, strawberry, bayam, seledri (nutrisi kurang)


---
saran penggunaan TDS-3
pada penggunaan TDS-3 sebaiknya mencelup tds meternya dalam waktu yang lama dalam air, sehingga temperatur casing mendekati temperatur air.

untuk keakuratan, pengguna TDS-3 sebaiknya memiliki thermoneter untuk mengukur temperatur air sebenarnya (pergunakan jenis batang kaca yang di jual di toko alat lab, jangan digital karena memerlukan kalibrasi).

bandingkan dengan temperatur yang di baca TDS-3 (tekan tombol "temp"). bila terdapat selisih, lakukan perhitungan manual

contoh :




- temperatur air : 24 degC
- temperatur TDS-3 : 27 degC
- membuat larutan nutrisi 1200 ppm
- mencari nilai tds yang di tampilkan pada TDS-3 agar nutrisi tepat 1200 ppm

** perhitungan hanya berlaku pada TDS-3
*** perhitungan tidak menggunakan refferensi dari manapun, murni hasil percobaan, kesalahan hasil bukan tanggung jawab penulis
**** masukan rumus dalam excel akan mempermudah perhitungan

angka tds meter  = (tds real *  ( 1 + ( 0.03 * ( temp air - 25 )))) / ( 1 + ( 0.03 * ( temp tds meter - 25 )))

angka tds meter  = (1200 *  ( 1 + ( 0.03 * ( 24 - 25 )))) / ( 1 + ( 0.03 * ( 27 - 25 )))
angka tds meter  = 1098.113208 ppm (1098 ppm)

untuk meracik nutrisi 1200 ppm standar, maka hentikan penambahan nutrisi dalam air sampai tampilan tds meter 1098 ppm


---
sekarang bagian iseng2 mencari tahu cara kerjanya, alat yang di pakai oscilloscope mini dan harga sudah mulai murah

baca signal elektrode/probe tds meter
dalam pengukuran, output elektrode/probe tds meter merupakan pulsa tegangan AC, dengan lebar pulsa setengah gelombang adalah 100uS pada bagian positif dan +/-80 uS pada bagian negatif probe oscilloscope

periode, T = 2 x 100uS = 200uS (ambil terbesar saja)
frekuensi yang di pergunakan,
f = 1 / T
f = 1/ 200uS = 5000 Hz (5 kHz)

dengan frekuensi 5 kHz pada tegangan AC , maka partikel dalam air belum dapat bergerak ke arah elektrode (pergerakan partikel terlarut dalam air mengakibatkan hasil pengukuran tidak dapat diprediksi)
jadi TDS-3 sudah mengikuti standar tds meter dan hasil pengukuranya dapat di percaya (tentu sesudah melakukan kalibrasi)

output elektrode #1 pulsa poitif dengan reff gnd

output elektrode #2 pulsa positif dengan reff gnd

tegangan AC pada elektrode/probe TDS-3 bukan hanya di keluarkan oleh 1 elektrode, tetapi manipulasi dari kedua elektrode yang bergantian mengeluarkan tegangan DC positif, sedangkan lainya terhubung ke GND
tidak ada elektrode/probe yang menghasilkan tegangan negatif.

skema tds meter TDS-3

pengukuran tds mengunakan resistor pembagi tegangan. antara resistor R1=1k dengan elektrode/probe tds meter R-tds (elektrode/probe tds meter akan menghasilkan resistansi saat dil lalui tegangan AC).
resistansi elektrode/probe tds meter akan bernilai tak terhingga, bila partikel dalam air / tds adalah 0 ppm

tegangan hasil pembagian resistor akan di baca oleh ADC melalui R2 = 1k.
semakin rendah tds air, tegangan yang menuju ADC semakin tinggi, sebaliknya makin tinggi tds air, tegangan yang menuju ADC semakin rendah.

nilai ADC akan di konversikan menjadi angka EC atau ppm (TDS-3 hanya menampilkan nilai PPM)

contoh :
- air bermineral/berpatrikel larut pada temperatur 25 degC
- tegangan output IO #1 = 3V
- cell constant TDS-3, k = 7.14285714 cm-1 ( di hitung dari luas penampang, jarak antar elektrode)
- tegangan di baca ADC = 2,4V

perhitungan nilai tds air
R-tds = (Vadc * R1) / (Vio - Vadc)
R-tds = (2.4 * 1000) / ( 3 - 2.4)
R-tds = 4000 ohm

cell conductance, G = 1/R-tds
G = 1 / 4000 = 0.00025 mho

conductivity = k * G
conductivity = 7.14285714 *  0.00025
conductivity = 0.001785714 S/cm (Siemens/cm)
conductivity = 1.785714 mS/cm (nilai EC)

konversi angka EC ke ppm
TDS-3 menggunakan skala kalibrasi 500 ppm
tds = 1.785714 mS/cm * 500 ppm/(mS/cm)
tds = 892.857 ppm

angka tersebut merupakan nilai tds air pada temperatur 25 degC, pada temperatur selain 25 degC, nilai tds akan berubah, maka lakukan perhitungan kalibrasi (lihat contoh perhitungan di atas)
atau pasang sensor temperatur sebagai faktor koreksi dan lakukan perhitungan dalam mikrokontroller


Saturday

Perhitungan Kebutuhan Kapasitor Power Supply

Kapasitor merupakan salah satu komponen elektronik, memiliki fungsi yang sangat beragam tergantung konfigurasinya antara lain :
- Filter frekuensi
- Pengeser Fasa pada motor listrik / peralatan pengelolah frekuensi
- Penyimpan Muatan pada power supply
- FeedBack / Umpan balik
- Penghasil Arus besar sesaat pada CDI kendaraan
- dll


Contoh Kapasitor (Elco)

Salah satu fungsi kapasitor yang akan di bahas adalah Penyimpan daya pada Power Supply

---
Perhitungan : 

Kebutuhan kapasitas kapasitor untuk kebutuhan Power Amplifier sebagai pengerak Loud Speaker dengan spesifikasi :
- Travo teras besi CT : 20A 32Vac (45.25 Vdc)
- Frekuensi sumber listrik (jala2 PLN) : 50Hz

Pengisian daya Kapasitor oleh Travo melalui diode bridge adalah  t.carger : ((1 / 50Hz) : 2) = 10mS

** waktu 1 gelombang listrik = 20mS (pada frekuensi 50Hz), karena mengunakan diode bridge dan travo CT,
maka terjadi 2 puncak gelombang ( + ) dan 2 lembah gelombang ( - ) dalam waktu 20mS, sehigga waktu pengisian kapasitor terjadi 2x  atau 10mS setiap gelombang.

---
Diasumsikan Power Amplifier (PA) selalu memberikan daya penuh ke Speaker (pada kenyataannya tidak), maka PA harus mendapat supply listrik konstan, sedangkan Travo tidak memberikan supply konstan tetapi naik turun 0V - Vpeak - 0V dalam waktu 10mS.
Maka di perlukan Kapasitor sebagai tempat penyimpan cadangan listrik, di mana muatan Kapasitor akan di tarik PA saat tegangan Travo turun sampai ke 0V

Perhitungan Kebutuhan Kapasitor Power Supply

Perhutungan di atas sudah di sederhanakan, tidak menampilkan perhitungan muatan (Coloumb)

Ilustrasi  Pengisian & Pembebanan Kapasitor (click untuk memperbesar)

Pada ilustrasi 
Listrik Output Travo = gelombang laut, 
Diode = Check Valve, 
Kapasitor = Tangki air, 
Transistor = Kran, 
Beban berupa Speaker = Semburan air

---
** Contoh : Direncanakan Kapasitor dapat mensupply listrik 20A, 45,25Vdc dengan tegangan turun max 1Vdc saat beban penuh dalam waktu 10mS

Kebutuhan Kapasitor :

Cap = ( (20A * (10mS/1000) ) / 1Vdc ) * 1.000.000
Cap =200.000 uF

Jadi kebutuhan Kapasitor min adalah 200.000 uF, dapat mengunakan kapasitor dengan nilai di atasnya, dan tegangan kapasitor menyesuaikan tegangan puncak Travo (Vpeak)

Untuk keamanan pergunakan Kapasitor dengan tegangan max 1,4x - 2x dari tegangan puncak Travo

Semakin besar kapasitas Kapasitor, akan menjamin ketersediaan supply PA terutama saat mengerakan Loud Speaker saat Bass, karena Bass membutuhkan arus terbesar.
Silahkan hitung sendiri, ingin menjamin supply PA dengan tegangan drop berapa Volt,semakin kecil tegangan drop (ripple) PA semakin halus.

---
** Contoh : Kapasitor 10.000uF di rencanakan untuk men-supply Beban continue 20A, 45,25Vdc , berapa tegangan turun / ripple yang terjadi?

Tegangan turun / ripple yang terjadi :

V.ripple = ( ( I * t ) / Cap ) * 1.000.000

V.ripple = ( ( 20A * (10mS/1000) ) / 10.000uF ) * 1.000.000
V.ripple = 20Vdc

Jadi tegangan power supply sekarang adalah 45,25Vdc - 20Vdc = 25,25Vdc

---
Kita mengetahui Kapasitor dapat menyimpan daya, berapa besar Muatan Listrik Kapasitor dalam satuan mAh (satuan yang biasanya tertera pada battery)

1 Farrad = 1.000.000 uF
1 Farrad = 1 Coloumb / Volt
1 Coloumb = 1 Ampere.Secound (Ampere.Detik)

---
** Contoh : Kapasitor 10.000uF di supply listrik  45.25Vdc, saat Kapasitor sudah mencapai 45.25Vdc supply di lepas.

Muatan Listrik (C / Coloumb) = ( Kapasitas Kapasitor (uF) / 1.000.000 ) * Tegangan Kapasitor (V)

Muatan Listrik =  ( 10.000uF / 1.000.000) * 45.25Vdc
Muatan Listrik = 0.4525 C (Ampere.Secound)

Muatan Listrik = ( 0.4525 C * 1000 ) / 3600
Muatan Listrik = 0.126 mAh

---
** Contoh : Bermimpi menganti accu motor 5Ah / 12,6Vdc dengan Kapasitor, berapa besar nilai Kapasitor yang di perlukan.

 Daya accu dapat di tarik  dari tegangan 12,6Vdc sampai 10,5Vdc, selisih tegangan adalah 2,1Vdc

Muatan Listrik = Kapasitas Accu (Ah) * 3600

Muatan Listrik = 5Ah * 3600
Muatan Listrik =  18.000 C

Kapasitas = ( Muatan Listrik (C) / Tegangan selisih(Vdc)  ) * 1.000.000

Kapasitas =  ( 18.000 C / 2.1Vdc ) * 1.000.000
Kapasitas =  8.571.428.570 uF 

Jadi untuk menggantikan accu motor 5Ah / 12,6Vdc dengan Kapasitor, maka nilai Kapasitor yang harus di sediakan adalah 8.571.428.570 uF.
bila menggunakan kapasitor 10.000uF, maka di perlukan   857143 buah Kapasitor

Wednesday

PCB Milling menggunakan Firmware Marlin 3D Printer dengan Software Proteus Ares dan ArtCAM

Sudah pernah merakit printer 3D dan CNC Router?
di sini hanya membahas software untuk cetak pcb menggunakan mesin 3D Printer

Mengapa harus menggunakan 3D Printer? koq tidak membuat mesin CNC saja?
alasan utamanya adalah biaya.... apalagi kedua mesin ini cara kerjanya sama, bergerak pada sumbu XYZ

Bukan nya 3D Printer dan CNC router memiliki firmware dan board elektronik berbeda?
Ya, memang berbeda, tapi sama2 menggunakan perintah G-Code.
Firmware 3D Printer tidak menerima beberapa perintah G-Code CNC, seperti G2, G3, M3, M4,M5, M6, M7, M8... dsb begitu juga CNC tidak menerima perintah M82, M140, M107... dsb

Bagaimana Agar G-Code untuk CNC dapat diterima 3D Printer?
pergunakan software pengubah seperti FlatCam dan ArtCAM, untuk engrave pergunakan ArtCam bisa menghasilkan benda 3D misal ukiran, dll

Software yang di pergunakan :
1. Proteus ARES (untuk membuat jalur PCB dan menghasilkan file Bitmap)
2. ArtCAM (untuk pembentuk file G-Code)
3. Reperier Host (untuk pengecekan gerak tool / bisa untuk printing dari PC)

Firmware 3D Printer yang di pergunakan :
1. Marlin 1.1.0 RC6

Menghasilkan File Bitmap

ARES : Set Output Area
ARES : Export Bitmap
ARES : Setting Output Resolution 600dpi
EXPLORE : file Bitmap telah dihasilkan

Menghasilkan File G-Code (.gco)

Buka Software ArtCAM, Drag & Drop file Bitmap di halaman muka ArtCAM

ArtCAM : Setting Method : Scanned d.p.i = 600 dpi ( sesuai file output ARES )
ArtCAM : Click Bitmap to Vector (Bitmap Tools)
ArtCAM : Atur detail Vector > Create Vectors
ArtCAM : Vector telah terbentuk, periksa apakah garis sudah mengikuti garis hitam
ArtCAM : Toolpaths > 2D Profiling
ArtCAM : setting profiling : gerak Z tool, ketebalan material dan jenis mata router > NOW
ArtCAM : Simulate Toolpaths
ArtCAM : Jalankan Simulate
ArtCam : Cek hasil simulasi, bila sudah sesuai, Toolpaths Operations > Save Toolpaths
ArtCam : Pilih REPETIER HOST(*.gco) format
ArtCAM : Save File
EXPLORE : file .gco, bisa langsung di masukan ke SD card untuk milling di 3d Printer
EXPLORE :2x Click file .gco / open with..  untuk pengecekan gerak tool
Repetier Host : Cek gerak tool, Perkiraan waktu Milling PCB (9 menit 21 detik)

File .gco berisi G-Code dapat langsung di pergukan untuk milling di 3D Printer menggunakan SD Card atau melalui Repetier Host.